ASI · Bayi

Bagaimana Cara Melancarkan ASI?

breast milk.jpg
sumber: parent.mdpcdn.com

Bagaimana cara melancarkan air susu ibu (ASI) supaya bisa keluar banyak dan lancar bahkan berlimpah.

Pengalaman saya selama membesarkan si buah hati, melancarkan asi tidak sesulit yang dibayangkan.

Kunci utamanya adalah ada kemauan dari ibu untuk berusaha memberikan ASI eksklusif kepada si buah hati.

Hari pertama Lila anak saya lahir, air susu belum keluar.

Saya sempat merasa sedikit kecewa dan merasa kasihan kepada Lila karena belum bisa menyusui segera setelah dia lahir.

Saya merasa usaha saya untuk bisa menyusuinya sesaat setelah melahirkan sia-sia. Saya terus berusaha mencari tahu bagaimana cara melancarkan air susu ibu. Baik itu bertanya langsung ke orang tua. Maupun browsing-browsing di internet.

Pada hari kedua, saya berusaha mempraktekan tips memperlancar asi yang saya baca-baca itu.

Alhamdulillah di hari kedua, saya bisa menyusui Lila dan memberi ASI Eksklusif pertama baginya.

Meskipun pada kenyataan pertamanya, saya merasa puting payudara saya seperti terkelupas karena pori-pori payudara terbuka untuk mengalirkan ASI. Dan ini juga terasa sakit yang luar biasa.

Berdasarkan pengalaman saya memberi ASI, berikut tips dan cara memperlancar ASI bagi ibu.

  1. Segera Susui Bayi Anda

Sesaat setelah melahirkan bayi segera sodorkan payudara ibu ke mulut bayi. Bayi sebaiknya diletakkan di perut ibu. Karena insting alami bayi adalah mencari sumber makanan yaitu payudara ibunya.

Proses menyusui semestinya segera dilakukan setelah melahirkan. Pada menit-menit pertama bayi relatif lebih tenang dan memiliki kemampuan latch-on yaitu kemampuan untk membuka mulut untuk memasukkan puting payudara ibu sehingga bayi dapat belajar menghisap puting(menyusu).

Proses ini disebut inisiasi menyusui dini (IMD) dan memakan waktu sekitar 30-60 menit. Jangan pisahkan bayi dari ibu nya jika IMD belum selesai dilakukan. Karena bayi akan mengantuk dan kehilangan minat untuk menyusu.

  1. Kurangi tingkat stres dengan “Me Time”

Sebagai seorang ibu yang baru pertama kali melahirkan. Saya pun mengalami stres.. saya takut saya tidak mampu mengurus bayi saya. Juga takut kalau saya tidak mampu menghasilkan asi.

Apalagi disaat IMD baby tidak mendapatkan asi hanya belajar cara menghisap. Beserta ketakutan-ketakutan lainnya yang menghantui saya.

Di masa kehamilan saya membekali diri dengan banyak pengetahuan seputar ASI. Terkadang apa yang saya baca tidak sesuai dengan apa yang terjadi sehingga membuat saya tambah stres.

Seperti ketika saya melakukan perawatan payudara selama kehamilan agar ASI keluar saat IMD, kenyataannya ASI saya tidak keluar. Setiap orang terlahir berbeda dan mempunyai pengalaman yang berbeda pula.

Karena tekad yang kuat untuk ASI eksklusif, saya berusaha untuk menenangkan diri. Dan kembali percaya pada diri sendiri bahwa saya ini ibu yang sempurna dan saya mampu menghasilkan ASI.

Jika sudah bisa menghasilkan asi yang banyak dan berlimpah. Stres juga kadang muncul karena bayi menyusu terlalu lama. Ibu jadi tidak bisa melakukan aktivitas rumah tangga yang lain.

Disini peran ayah dan keluarga lain dibutuhkan. Setidaknya ketika ibu sedang menyusui, urusan rumah tangga tidak lagi menjadi beban pikiran ibu.

Dan ketika bayi tertidur usahakan ibu juga beristrahat atau melakukan aktifitas lainnya yang mampu membuat pikiran ibu tenang dan fresh.

Misal nonton film, membaca, menulis atau bahkan jalan-jalan di sekitar pekarangan rumah. Istilahnya ibu sesekali menikmati “me time”.

Stres memang tidak bisa terhindarkan bagi seorang ibu. Apalagi proses melahirkan tidak mudah.

Dan bahkan perlu proses penyembuhan yang lama untuk ibu yang melahirkan sesar.

Pasca melahirkan memang ibu sebaiknya banyak beristirahat dan menenangkan diri untuk masa pemulihan.

Jika ibu tidak mendapat istirahat yang cukup pasca melahirkan, maka beberapa bulan kedepannya akan terasa lebih sulit dan hal ini jelas sangat mempengaharui produksi ASI.

  1. Tingkatkan frekuensi menyusui, memompa, dan memeras payudara

Perlu ibu ketahui ketika ASI pertama kali keluar berwarna kekuningan kental dan sangat sedikit. Cairan ini jangan dibuang. Justru cairan inilah yang sangat berharga bagi si bayi. Ini yang dinamakan Kolostrum.

Bahkan saya pun mengira ASI saya belum keluar di hari pertama karena kolostrum itu tampak seperti getah yang menempel pada puting.

Umumnya kolostrum yang dihasilkan sekitar 7-8 sendok teh perharinya atau sekitar 1 sendok teh dalam sekali menyusui. Jumlah yang sangat sedikit bukan?

Namun jangan disepelekan kolostrum yang sedikit ini karena manfaaatnya luar biasa. Kolustrum adalah cairan tinggi protein yang membawa banyak zat IgA dan IgG untuk kekebalan tubuh bayi dari penyakit dan kemungkinan alergi.

Kolostrum mudah dicerna dan bersifat laksatif sehingga mampu menmbuang meconium (zat yang memnyebabkan feses berwarna hitam pada bayi baru lahir) dari usus dan juga mampu memecahkan bilirubin (zat yang mampu membuat tubuh bayi menjadi kuning).

Bagi ibu yang belum bisa menghasilkan ASI dihari pertama, jangan sedih dan patah semangat.

Solusi terbaiknya adalah terus melatih bayi untuk menyusu selama 10-20 menit setiap 2-3 jam sekali. Ingat ya bu jangan pernah tergoda untuk memberikan susu formula, madu atau air putih pada bayi.

Terlebih dia menangis disaat ibu masih belum bisa mengeluarkan ASI.

Yang harus ibu lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk rileks agar ASI bisa keluar lebih banyak dan yakinlah bahwa asi ibu sudah keluar.

Karena hisapan bayi dan ketenangan ibu lah yang mampu meningkatkan hormon oksitosin untuk memperlancar asi.

Prinsip hormon prolaktin (hormon produksi ASI) yang harus selalu ibu ingat semakin banyak asi yang dikeluarkan maka semakin banyak asi yang diproduksi.

Sebaliknya jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti memproduksi ASI.

Jadi ibu harus menyusui bayi sesering mungkin sampai dia merasa kenyang (melepaskan sendiri hisapannya) sehingga payudara kosong dan hormon prolaktin merangsang tubuh ibu untuk memproduksi asi lebih banyak lagi.

Susui bayi secara bergantian pada payudara kiri dan kanan. Asi adalah makanan yang mudah dicerna oleh bayi sehingga bayi mudah merasa lapar.

Terlebih lagi bayi terlahir dengan lambung yang kecil. Jadi wajar jika bayi menyusu tiap 2-3 jam.Jika bayi tertidur dan payudaya ibu terasa penuh, ibu bisa memerah dan memompa ASI untuk menghindari bengkak pada payudara sekaligus untuk menjaga produksi ASI.

  1. Makan makanan yang bernutrisi

Kebutuhan makanan bagi ibu menyusui lebih banyak daripada ibu hamil. Karena untuk memulihkan kondisi fisik pasca melahirkan dibutuhkan banyak energi.

Juga untuk memproduksi asi yang berkualitas dan cukup jumlahnya.

Makanan apa yang bisa melancarkan ASI?

1.Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti daun katuk, bayam, pare, dan kangkung sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Sayuran hijau seperti daun katuk banyak mengandung laktagagung yang dapat memperlancar asi. Daun hijau juga banyak mengandung steroid dan polifenol yang bisa meningkatkan kadar prolaktin.

2. Kacang-kacangan

Makan kacang-kacangan juga bisa memperlancar produksi asi. Seperti kedelai, kacang ijo,dan kacang merah sangat baik dikonsumsi untuk memperlancar produksi ASI. Maka jangan heran banyak minuman yang berkhasiat memperlancar produksi asi dibuat dengan berbahan dasar kacang-kacangan seperi mam* s*ya yang sering saya konsumsi ketika menyusui Lila, anak saya.

3.Buah-buahan

Buah-buahan juga bagus untuk memperlancar produksi asi. Buah pepaya, semangka, dan jambu air bisa meningkatkan produksi asi ibu menyusui. Buah-buah ini banyak mengandung vitamin, asam folat, kalium, dan air. Misalnya kalium yang dapat mengurangi tingkat depresi seorang ibu. Pada jambu air yang mengandung kadar air yang tinggi dapat membuat tubuh lebih tenang dan dingin sehingga produksi ASI menjadi berlimpah

4.Daging, ayam, dan ikan

Makan daging dan ikan juga dianjurkan bagi ibu menyusui. Daging dan ikan banyak mengandung protein yang dapat meningkatkan kondungan protein pada ASI. Sehingga asi menjadi lebih bergizi dan berkualitas.

Bayi biasanya membutuhkan 600-800ml ASI per hari.Efesiensi energi dari apa yang ibu makan ke ASI yang dihasilkan sekitar 85 persen.

Sehingga ibu memerlukan tambahan energi sekitar 500-750 kalori untuk menjadikannya seratus persen.

Sedangkan efisiensi konversi protein makanan ibu ke ASI sekitar 70 persen sehingga ibu menyusui membutuhkan tambahan protein sekitar 20g/hari.

Daripada pusing memikirkan hitungan kalori, ibu dapat menjadikan rasa lapar sebagai petunjuk seberapa banyak asupan makanan yang dibutuhkan.

Karena ibu secara alamiah merasa lapar seketika setelah menyusui. Disini ibu tidak memliki pantangan makanan, ibu bebas memilih sumber energi dan protein juga sumber vitamin mineral dan sayuran yg ibu suka.

Dan jangan lupa untuk mengkonsumsi air puith yang cukup yaitu 13 gelas per hari atau tiga liter.

  1. Minum minuman pelancar ASI

Minum minuman pelancar ASI juga pernah saya lakukan untuk membantu produksi ASI semakin berlimpah.

Terkadang kita merasa bosan dengan menu-menu yang dibuat sehari-hari. Sesekali butuh minuman pelancar asi yang praktis.

Minuman ini banyak mengandung zat yang sudah saya sebutkan di atas. Ada banyak merek yang bisa ibu pilih untuk melancarkan produksi ASI.

Begitu kira-kira cerita pengalaman saya dalam usaha melancarkan produksi ASI bagi si buah hati.

Saya merasa sangat berbahagia bisa memberikan ASI eksklusif kepada Lila.

Semoga anak ibu-ibu juga bisa menikmati ASI seperti anak saya di enam bulan masa tumbuh kembangnya.

Bagaimana pengalaman ibu saat pertama kali memberi ASI? Share pengalamannya di komentar ya…

Iklan

2 respons untuk ‘Bagaimana Cara Melancarkan ASI?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s