Balita · Keluarga

Penyebab dan Cara Mencegah Tubuh Pendek pada Anak

 

mencegah stunting tubuh pendek
Mencegah tubuh pendek pada anak (totalhealth.co.uk)

Tak mau anak menjadi pendek? Perbaiki gizi nya di 1000 hari kehidupannya.

 

1000 hari pertama kehidupan dimulai dari masa kehamilan sampai anak berusia 2 tahun. Masa itu merupakan masa-masa emas pertumbuhan anak. Jika ibu ingin anaknya tumbuh normal terutama tinggi badan maka masa emas ini tidak boleh disia-siakan.

Sebelumnya, baca dulu penyebab dan bahaya tubuh pendek (stunting) pada anak.

Setelah membaca artikel saya tentang bahaya stunting apakah ibu masih meragukan? Atau ibu bisa menemukan beberapa contoh anak pendek yang masih bagus prestasi belajarnya?

Iya memang setelah umur dua tahun jika ibu memasok gizi yang cukup untuk anak maka perkembangan otaknya bisa dikejar. Tapi tidak untuk pertumbuhan tinggi badannya.

Untuk menjelaskan cara mencegah stunting, saya mencoba mengelompokkan solusinya berdasarkan 3 periode dalam 1000 hari kehidupan.

  1. Periode kehamilan

Pastikan selama hamil ibu tidak kekurangan gizi. Indikatornya adalah LILA (lingkar lengan atas) harus lebih dari 23.5cm, kadar HB haruss lebih dari 11 gr/dl, BB ibu selama hamil harus naik minimal 12 kg.

Jika salah satu dari indikator tersebut ada yang kurang, ibu harus waspada dan harus segera memperbaiki asupan gizi. Karena ibu hamil yang kurang gizi bisa mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin atau istilah medisnya IUGR (intrauterine growth retardation).

Ibu adalah kunci keberhasilan pertumbuhan anak. Hendaknya sebelum menjadi seorang ibu, wanita harus membekali dirinya dengan pengetahuan tentang kesehatan umum, gizi, dan makanan.

Tak perlu khawatir jika ayah dan ibu bertubuh mungil, karena tinggi badan anak bukan warisan dari orang tua, tapi dari gizi yang di serapnya selama dikandungan dan makanan yang dia makan hingga umur 2 tahun.

  1. Periode Bayi 0-6 bln

Asi eksklusif adalah sebuah keharusan, sehingga pemerintah pun mengeluarkan aturan yang ketat guna menyukseskan ASI Eksklusif.

Pada periode ini pemberian asi eksklusif sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan anak. Kuantitas (jumlah) asi sangat bergantung pada intensitas bayi menyusu, sedangkan kualitas asi sangat dipengaharui oleh asupan zat gizi ibu. Baca juga tips melancarkan asi.

Sehingga dua hal ini harus menjadi perhatian utama ibu di periode 0-6 bln. Jika bayi mendapatkan asi eksklusif yang cukup jumlah dan kualitasnya, maka pertumbuhan bayi akan normal dan bayi akan memperoleh kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit.

  1. Periode Balita (6-24 bln)

Periode ini anak sudah mulai makan, apa, kapan dan seberapa banyak makanan anak harus menjadi fokus utama ibu. Karena pada periode inilah anak sangat rentan terkena penyait infeksi seperti diare, batuk, pilek, tifus, dan lain sebagainya.

Anak yang mengalami penyakit infeksi berulang cenderung menderita gizi kurang. Hal ini berdampak langsung pada pertumbuhan anak yang pastinya akan terganggu.

Asupan gizi makro yang harus ibu perhatikan adalah protein. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein berpengaruh pada pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan.

Anak yang mendapat protein 15 persen dari total asupan kalori ternyata memiliki badan yang lebih tinggi dibandingkan anak yang hanya mendapat protein 7,5 persen dari total asupan kalori.

Anak usia 6 sampai 12 bulan dianjurkan mengonsumsi protein harian sebanyak 1,2 g/kg berat badan. Sementara anak usia 1 – 2 tahun membutuhkan protein harian sebesar 1,05 g/kg berat badan.

Misal anak ibu berat nya 7 kg umur 6 bulan, berarti anak ibu memerlukan protein sebanyak 8.4 gr. Kalo dikonversi keukuran rumah tangga 8,4 gr protein itu setara dengan 50 gr ikan, 50gr daging ayam, dan 40gr daging sapi.

Dengan catatan beratnya itu adalah berat yang dapat dimakan atau berat bersih daging nya tanpa tulang.

Asupan zat gizi mikro pun tak kalah pentingnya karena untuk mendapatkan pertumbuhan tingggi badan yang baik maka pembentukan tulang, metabolisme tulang, dan kekebalan tubuh harus terjaga.

Ibu harus fokus pada beberapa zat gizi mikro berikut :

  1. Kalsium

Kalsium berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi. Untuk dapat tumbuh tinggi sangat diperlukan tulang yang kuat. Bahan makanan sumber kalsium antara lain : ikan teri kering, belut, susu, keju, kacang-kacangan.

2. Yodium

Yodium sangat berguna bagi hormon tiroid dimana hormon tiroid mengatur metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Yodium juga penting untuk mencegah gondok dan kekerdilan. Bahan makanan sumber yodium : ikan laut, udang, dan kerang.

3.Zink

Zink berfungsi dalam metabolisme tulang, penyembuhan luka, dan fungsi daya tahan tubuh. Bahan makanan sumber zink : hati, kerang, telur dan kacang-kacangan.

4.Zat Besi

Zat besi berfungsi dalam sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan otak, dan metabolisme energi. Sumber zat besi antara lain: hati, telur, ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau dan buah-buahan. Baca: cara cepat menaikkan kadar Hb pada ibu hamil.

5.Asam Folat

Asam folat terutama berfungsi pada periode pembelahan dan pertumbuhan sel, memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia. Sumber asam folat antara lain : bayam, lobak, kacang-kacangan, serealia dan sayur-sayuran.

Ayo bu kita buktikan bahwa stunting itu bisa dicegah.

Iklan

Satu respons untuk “Penyebab dan Cara Mencegah Tubuh Pendek pada Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s