ASI · Balita · Bayi · Ibu Hamil · Tanpa kategori

Bahaya Memberi Susu Formula Berlebihan pada Balita

bottle-feeding
Bottle Feeding

Memberi susu formula atau ASI kepada balita terkadang menjadi dilema bagi orang tua. Ingin memberi ASI saja pada usia enam bulan pertama, tetapi produksi susu ibu tidak mencukupi atau bahkan tidak bisa sama sekali.

Ada juga ibu yang karena alasan bekerja tidak bisa memberi ASI sama sekali kepada bayinya. Juga katanya repot dan ribet buat mompa-mompa yang menyimpannya di kulkas.

Tetapi tidak sedikit juga orang tua yang tetap menjalani kerepotan dan keribetan itu demi setetes ASI kepada bayi

Memberi susu formula kepada bayi memang gampang dan praktis. Tidak harus bergantung kepada ibu.

Namun orang tua perlu hati-hati, karena ternyata susu formula tidak cukup baik bagi perkembangan bayi. Baik pada usianya sekarang maupun nanti setelah dia tumbuh dewasa.

Balita yang mengkonsumsi susu formula cenderung mengalami kegemukan atau obesitas. Sedangkan obesitas berisiko terkena berbagai macam penyakit.

Hasil penelitian tiga universitas di Inggris, yakni University College London, Oxford dan Bristol menyimpulkan bahwa dua pertiga bayi masa kini mengonsumsi kalori berlebihan dari susu formula hasil olahan susu sapi.

Menurut Ketua penelitian Hayley Syrad dari Health Behaviour Research Centre, University College London bahwa 99,9 persen anak di bawah usia dua tahun menerima asupan protein berlebihan setiap hari. Penelitian ini dilakukan terhadap 2.336 balita di Inggris.

Kelebihan protein ini akan menyebabkan penumpukan energi dan akan menyebabkan obesitas pada balita.

Jumlah maksimum susu formula yang dianjurkan diberikan kepada balita tidak lebih dari 600ml setiap hari.

Kita bisa lihat di sekitar kita, antara balita yang mengkonsumsi susu formula saja dengan ASI. Balita pengonsumsi susu formula terlihat lebih gemuk dibandingkan yang diberi ASI.

Mengapa bayi yang diberi ASI cenderung tidak gemuk? Karena ASI dapat dicerna dengan baik oleh organ pencernaan bayi sehingga tidak ada yang menumpuk di dalam tubuhnya.

Obesitas pada balita akan terus berlanjut hingga dia tumbuh remaja dan dewasa.  Ketika dewasa, tubuh yang gemuk sangat berisiko terhadap berbagai macam penyakit seperti jantung sampai diabetes.

Peneliti tidak membatasi pada susu formula saja tetapi juga pada produk turunannya seperti keju, mentega, dan yoghurt.

Sebaiknya kita juga memberi nutrisi tambahan kepada anak kita seperti serat dan vitamin yang alami yang bisa mengimbangi asupan susu formula. Terlalu berlebihan itu memang tidak baik ya bu. Yang sedang-sedang saja dan cukup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s