Keluarga

Daging Kambing Kurban Penyebab Kolesterol, Benarkah?

daging kambing kurban kolesterol
daging kambing kurban

Hai Bunda, daging kurbannya sudah dimasak apa? Sate, gulai, atau tongseng? Atau nggak dimasak sama sekali? Hehehe

Daging qurban atau kurban ketika Idul Adha memang sangat menggoda selera kita untuk mengolahnya menjadi berbagai makanan yang lezat. Apalagi ketika hari raya, kita mendapatkannya secara cuma-cuma karena memang mendapatkan bagiannya atau malah menyelenggarakan ibadah kurban.

Tetapi daging kambing memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Berbahaya jika dikonsumsi berlebihan dan tidak terkontrol . Apalagi bagi pengidap penyakit hipertensi, asam urat, diabetes, dan obesitas.

Jadi dagingnya mau diapakan kalau berbahaya Bun?

Berbahaya jika dimakan terlalu banyak dan disajikan pada olahan tertentu.

Menurut dr Ahmad Fuady, MSc-HEPL, Kepala Klinik Dokter Keluarga (KDK) Fakultas Kedokteran Indonesia Kayu Putih seperti dikutip dari health.detik.com daging kambing tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam bentuk plain atau tidak berkuah. Tetapi tetap, jumlahnya tidak boleh lebih dari 50-100 gram per hari.

Bagaimana kalau sudah berbentuk gulai atau kuah? Jumlahnya sebisa mungkin lebih sedikit daripada bentuk plain dan kuahnya sedikit saja. (mungkin kita diberi tetangga sebelah rumah)

Bagi penderita penyakit hipertensi, asam urat, diabetes, dan obesitas tetap waspada ya Bun. Apalagi jeroan kambing atau sapi seperti hati, usus, limpa, dan paru-paru sangat berbahaya dan dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.

“Intinya jangan berlebihan. Karena apa pun jika sudah berlebihan pasti ada efek buruknya,” ujar dr Ahmad Fuady.

Jangan sampai ketika bersama anggota keluarga asyik bersilaturahmi menikmati daging kurban, kita malah harus berkunjung ke rumah sakit karena tengkuk sakit atau kepala pusing. hahaha

Baca: Tips Diet Penyakit Orang Tersayang Berhasil

Lantas, bagaimana cara mengatasi bahaya daging kambing?

Pertama, makan atau minum zat penetralisir. Setelah makan daging kambing, makan juga zat penetralisir agar lemak jahat tidak terlalu berbahaya bagi tubuh. Timun bisa dipotong-potong atau dibuat jus sesuai selera. Atau bisa juga dengan minum jus jeruk murni (tanpa gula).

Kedua, sajikan daging kambing menjadi sup. Mengolah daging kambing menjadi sup akan mengurangi efek kolesterol jahat yang terkandung di dalam daging. Berbeda jika daging kambing kita olah menjadi sate atau pun gulai bersantan.

Ketiga, segera bakar lemak yang telah dikonsumsi dengan olahraga secara rutin. Daging kambing mengandung banyak kalori yang perlu disalurkan energinya agar tidak menumpuk di bawah kulit. Hehehe

Baca juga: 8 Pantangan Setelah Makan yang Berakibat Fatal bagi Kesehatan

Itu saja tips seputar olahan daging kurban y Bunda. Selamat hari raya Idul Adha ya..salam sehat 🙂

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s